Jumat, 21 Juni 2013

ATAP GALVALUM

          Galvalum pun mampu dinamakan baja ringan. Baja Ringan Galvalum ialah baja canai dingin dengan mutu tinggi yang bersifat ringan & tidak tebal tetapi kekuatannya tak kalah bersama baja konvensional. Kategori coating terhadap baja ringan yg beredar di pasaran yaitu Galvanized, Galvalume, atau tidak jarang pun dinamakan juga sebagai zincalume. Atap Zincalume ialah baja lapis hasil campuran antara Aluminium & Zinc bersama komposisi 55% Aluminium, 43,5% Zinc, & 1,5% silicon. Sifat Aluminium yang tahan karat dikombinasikan bersama Zinc yg keras menjadikan kombinasi dari ke-2 bahan tersebut lebih tahan karat, kuat & lebih ringan.

        Ini menyebabkan logam gampang di wujud, berkekuatan tinggi, berusia panjang & serasi buat bermacam macam penerapan kebutuhan bagunan & manufactur. Material galvalum sanggup dimanfaatkan terhadap elemen-elemen bangunan seperti rangka atap, pergola, rangka partisi & struktur dinding. diluar itu, pun membuahkan permukaan yang bersifat melekat kepada cat, maka memudahkan pengecatan.

                                            jenis - jenis atap galvalum



1. Profile L

GSR-1000
GTR-960
GL-950
SD-935
LT-7

2. Profile M
GS-830
G760
GL750
3. Profile S

Gelombang Abadi

TD-750

NSR-720

G-680

4. Boltless Klip Panel

KL-672

SL-730

5. Profile Gelombang Tinggi

TB-600

V-600


V-500

6. CLAADING
Kelebihan atau Keuntungan Baja Ringan

    • Beban yang mesti ditanggung oleh struktur dibawahnya, seperti pondasi, dinding,kolom,jadi lebih rendah. Elemen ini lantaran bobot yang ringan dari type bahan ini.
    • Baja ringan tahan pada karat, rayap & perubahan cuaca & kelembaban.
    • Kalau di bandingkan bersama rangka kayu atau baja konvensional, pemasangan rangka atap baja ringan relatif lebih serta-merta.
    • Baja ringan bersifat tak merambatkan atau membesarkan api (non-combustible). Dikarenakan dalam baja ringan terdapat system proteksi husus yang dinamakan fire resistance
    • rakitan system struktur buat membatasi penyebaran api terhadap satu buah daerah atau kapabilitas untuk dengan cara menerus berperan menahan struktur saat terpapar api.
    • Baja ringan pula tak mempunyai nilai muai susut sama seperti material kayu.
    • Baja ringan lebih efisien & ekonomis sebab anggaran pemeliharaan lebih mungil & mempunyai daya tahan lebih lama dikarenakan tak terkena rayap & tak lapuk maka periode saat manfaatnya jadi lebih lama.

      Kekurangan Baja Ringan

        • System struktur rangka baja ringan tersusun rapat, padat & tampak ramai, mengakses dan terkait satu bersama yang lain, maka kurang menarik jikalau di expose.
        • Membutuhkan perhitungan yang memang matang, dikarenakan system strukturnya yang seperti rangka ruangan tersebut sehingga jika kalau ada salah satu sektor struktur yang salah hitung, salah pasang, bakal menciptakan perlemahan maka akan menyebabkan kegagalan keseluruhan.
        • Rangka atap baja ringan tak se-fleksibel kayu yang mampu dipotong & dibentuk bermacam macam profil.
        • Dibutuhkan keahlian khusus untuk menghitung kepentingan baja ringan,oleh lantaran itu tak seluruhnya orang mampu menghitungnya.

          Minggu, 10 Februari 2013

          CARA MENGHITUNG RUMUS BAJA RINGAN


          Rumus menghitung baja ringan adalah sebagai berikut :
           1. Menciptakan data atap yang mau dibangun, entah dalam wujud gambar atau sketsa supaya
                bakal didapati wujud & ukuran sektor atap yg dapat dihitung
           2. Menghitung luas atap dalam unit m2
           3. Mencari harga per m2 tugas rangka atap baja ringan & berapa m2 tugaspenutup atap diatasnya
               seperti genteng, & lain – lain
          4. Mengalikan luas atap bersama harga per m2 baja ringan.
          5. Meneruskan anggaran lain – lain yang merupakan antisipasi adanya anggaran tidak terduga dalam
              pembuatan pekerjaannya.

          rumus menghitung baja ringan adalah sebagai berikut  :
           biaya ABR  = ( LA  X  HBR  ) + (  LA  X HPA ). 
           Biaya atap baja ringan = ( luas atap dengan satuan m2 x harga baja ringan per m2 ) + ( luas atap dalam satuan m2 x harga penutup atap per m2 )

          Untuk menghitung volume rangka atap baja ringan bisa dipakai rumus sebagai berikut :
          Cara Menghitung Volume Rangka Atap Baja Ringan
            
                  Trik Menghitung Luas rangka atap baja ringan merupakan memakai luas permukaan miring, di mana luas rangka atap bajaringan sudah meliputi oversteck & kemiringan atap. dengan cara penghitungannya sebagai berikut :
          Misal:

              Panjang : 10 m1
              Lebar     : 10 m1
              oversteck : 0.60 m
              kemiringan atap: 30 derajat (cosinus 30 = 0.8660)
              bentuk atap limas (jatuh air ke empat sisi) dengan oversteck keliling 

               ( depan, belakang,kanan,kiri )

          Menentukan luas datar:

          Luas Datar = (Panjang + oversteck) x (lebar + oversteck)

          = (10+0.6+0.6) x (10+0.6+0.6)

          = 11.2 x 11.2

          = 125.44 M2

          Menentukan Luas miringnya:

          Luas Miring = Luas datar / cosinus kemiringan atap
           

          Jika dilihat dari macam/model atap ada beberapa cara menghitungnya.

          1. Cara menghitung luasan atap Flat datar.
          Biasanya dipakai untuk dak beton cor

          Rumus :
          Kebutuhan luasan atap = Panjang x Lebar

          Misalnya rumah dengan ukuran 6m x 10m dan Overstek atap 0.8m
          Luasan atapnya adalah :

          = (6 + 1.6)m x (10 + 1.6)m
          = (7.6m x 11.6m)
          = 88.16 m2

          2. Cara menghitung luasan atap limas / perisai / pelana.
          Luasan atap dihitung dalam satuan m2

          Rumus :
          Kebutuhan luasan atap = (Panjang x Lebar) / Cos(z)
          dimana : z adalah sudut kemiringan atap

          Cara Sederhana Menghitung Luasan Atap Bangunan,atap bangunan rumah

          Misalnya rumah dengan ukuran 6m x 10m dan Overstek atap 0.8m
          Sedang sudut kemiringan atap 30 derajat.
          Luasan atapnya adalah :

          = ((6 + 1.6)m x (10 + 1.6)m) / (Cos 30)
          = (7.6m x 11.6m) / (Cos 30)
          = 88.16 m2 / 0.866
          = 101.7984 m2

          * Catatan :

               Rumus ini tetap sanggup digunakan buat menghitung terhadap atap yg berbentuk campuran perisai & pelana.